Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Cetak dan Elektronik

Tiga Website Jurnal Gratis Terbaik Untuk Mahasiswa

Mengutip tulisan orang lain baik secara langsung maupun melalui parafrase harus menyertakan sumber yang ditulis dalam daftar pustaka agar tidak dianggap sebagai plagiat termasuk juga ketika menulis sebuah artikel pendidikan. Hal tersebut juga sebagai penghargaan bagi penulis aslinya. Lalu bagaimana cara penulisan referensi yang benar? Berikut penjelasannya.

5 Hal Wajib Dalam Penulisan Daftar Pustaka

Terdapat lima elemen wajib dalam penulisan referensi, antara lain:

  • Pengarang, selalu ditulis paling awal.
  • Judul, ditulis lengkap sesuai dengan sumber yang dirujuk. Apabila merujuk pada kumpulan jurnal ilmiah atau prosiding maka harus ditulis judul artikel dan judul jurnal.
  • Penerbit, meliputi nama penerbit dan lokasi buku diterbitkan.
  • Tahun terbit
  • Halaman, dibutuhkan untuk memperjelas kalimat yang dikutip dari banyaknya halaman.

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber

  1. Penulisan daftar pustaka dari sumber internet

Cara menulis sumber dari internet dapat disesuaikan dengan tiga gaya penulisan antara lain APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), dan MHRA (Modern Humanities Research Association). Susunan penulisan berdasarkan APA yaitu: a) nama website; b) tanggal pembuatan artikel; c) judul artikel; d) waktu akses; dan e) URL website.

Penulisan dengan gaya MLA memiliki susunan: a) “judul artikel”; b) nama website; c) tanggal pembuatan artikel; d) waktu akses; dan e) URL website. Sedangkan penulisan berdasarkan MHRA yaitu: a) nama website; b) “judul artikel”; c) deskripsi website (judul website); d) tanggal pembuatan artikel; e) URL website; dan f) waktu akses.

Dalam penulisan bergaya APA, pemisah antar elemen menggunakan titik, sedangkan dalam gaya MLA menggunakan koma kecuali pemisah antara ‘nama penulis’ dan ‘judul’ yang menggunakan titik. Selanjutnya, untuk gaya penulisan sesuai dengan aturan MHRA menggunakan koma sebagai pemisah.

  1. Penulisan daftar pustaka dari buku

Cara menulis referensi yang diambil dari buku dapat mengikuti gaya penulisan APA maupun MLA. Apabila mengikuti aturan APA, maka susunan penulisannya yaitu:

Nama penulis. (tahun buku diterbitkan). Judul buku. Lokasi buku diterbitkan: penerbit.

Sedangkan gaya penulisan berdasarkan aturan MLA susunannya adalah:

Nama penulis (dibalik). Judul buku. Lokasi buku diterbitkan, penerbit, tanggal terbit.

  1. Penulisan daftar pustaka dari majalah

Apabila sumber yang digunakan adalah majalah, maka susunan penulisan berdasarkan APA khusus untuk majalah cetak yaitu: nama penulis. (tahun, bulan). Judul artikel. Judul majalah, volume, halaman. Sedangkan untuk majalah online: nama penulis. (tahun, bulan). Judul artikel. Judul majalah, halaman. URL website.

Susunan berdasarkan aturan MLA untuk majalah cetak yaitu: nama penulis. “Judul artikel.” Judul majalah tanggal publikasi: halaman. Cetak. Sedangkan untuk majalah online susunannya menjadi: nama penulis. “Judul artikel.” Judul majalah tanggal publikasi: halaman. Waktu akses. URL website.

Selain APA, MLA, dan MHRA sebenarnya masih banyak jenis format penulisan referensi. Anda dapat menggunakan format mana saja asalkan jangan mencampurkan berbagai jenis format dalam satu penulisan. Dengan menuliskan referensi yang digunakan maka Anda akan terhindar dari plagiarisme.

Close